Sambungan yang kemarin ^^ , tapi yang kemarin itu agak ngawur hikz..
Cerita panjang lagi, lama gak posting lagi
hehhehehe.
—————————————————————————————
Sweet Angel Lullaby (Rahasia Bintang #2)
Sore itu kulihat seorang wanita berjalan keluar dari pusat perbelanjaan yang cukup besar. Berjalan di sepanjang jalan Pajeksan kemudian berbelok ke jalan Malioboro. Kakinya putih mulus, tak tertutup oleh seragamnya bekerja rok hitam selutut dengan kemeja yang putih bersih. Demikianlah setiap sore kulihat dia pulang dari tempatnya bekerja di Ramai Mall, lewat gang samping Malioboro (jalan Pajeksan) lalu berbelok menyusuri jalan Malioboro. Sampai suatu hari kusapa dia “Sendirian, mba?”
“Iya.” jawabnya dengan senyuman.
Indahnya senyumnya, semakin menyatakan keberadaannya sebagai Juwita Senja, demikian kunamai wanita itu, yang sering kupikirkan. Belum sempat aku menyapanya lagi kali ini ada yang memanggilku.
“Rick, minta rokok dong.”
Ah mengganggu saja, nggak liat aku baru nyapa cewek cantik apa. Aku menggerutu dalam hati sementara juwita senja-ku telah berlalu, berjalan sepanjang jalan Pajeksan (tempat kami nongkrong), kemudian berbelok dan tak kelihatan lagi ke jalan Malioboro. Maka besoknya saat kulihat dia keluar dari Ramai Mall langsung kusapa lagi.
“Pulang, mba?”
“Iya.”
“Boleh ditemenin?”
Tak ada jawaban, dia hanya tersenyum dan berlalu.
Besok-besoknya pun seperti itu yang terjadi, setiap kali kusapa dia hanya menjawab sekenanya sambil tersenyum dan berlalu. Bahkan kadang tidak menjawab apapun. Sampai akhirnya saking gemasnya kuteriaki dia “Woi, mak lampir!”
Baru dia menoleh dan berhenti.
“Mak lampir cantik maksudnya.”
Kudatangi dia “Maaf ya mba, tadi cuma bercanda…
…
Boleh kenalan?” tanyaku.
“Erick.”
“Angelina.”
Suaranya lembut, tangannya lembut, saat kujabat tangannnya.
”Mba kerja disini ya?” tanyaku sambil menunjuk mall besar di belakang kami.
”Iya.”
”Pulang mba? Mba rumahnya mana toh?”
”Jalan P. Mangkubumi.”
”Wah jauh lho, malam-malam begini.
Saya temenin aja, gimana?”
”Ah nggak usah, ini juga kan masih sore…?” jawabnya semakin menggemaskan, membuat jantungku berdegup kencang.
”Oh iya, masih sore. Tapi nggak apa apa, saya ikutan jalan ya, sekalian mau ke apotek nih beli obat.” jawabku mencari-cari alasan.
”Ya udahlah.”
Wah senangnya, akhirnya aku bisa jalan berdua dengan juwita senja-ku itu. Di tengah keramaian lalu lalang pengunjung / pejalan kaki lainnya di jalan Malioboro, namun hal itu tak menggangguku, justru atmosfer inilah yang semakin mengesan, menjelmakan romantika yang tak mudah terlupakan.
Kalau kuperhatikan Angelina ini cantik tapi pandangan matanya agak sendu, tidak berbinar-binar, seolah-olah tidak mempunyai hasrat dan keinginan apapun atas kehidupan ini. Tapi bagaimanapun justru pandangan matanya itu menurutku semakin memperkuat keteduhan yang terpancar dari wajahnya. Pembawaannya tenang, tapi aneh senyumnya seolah dia tidak memperlihatkan kalau dia butuh cinta, dia sepertinya tidak butuh dicintai. Ibaratnya, sudah putus urat cintanya. Namun setiap gerak langkahnya, apa yang dia lakukan, ekspresi wajahnya, memancarkan kasih dan kelembutan. Dia hanya seperti malaikat, bidadari. Just like an angel. Ah, kenapa just like an angel kuterjemahkan, ah sudahlah..
Suaranya yang lembut membuyarkan lamunanku.
”Erick, sudah sampai tuh apoteknya.”
”Oh iya sudah sampai, ya udah aku ke apotek dulu ya, hati-hati di jalan ya.”
Ah sial, padahal jalan Pangeran Mangkubumi itu masih lumayan jauh. Kenapa aku tadi tidak sekalian mau beli koran, atau apa di kantor KR (koran Kedaulatan Rakyat) di jalan P. Mangkubumi hehehe., atau kemanalah, jalan P. Mangkubumi. Aku hanya bisa menghirup wangi parfumnya sebelum berbelok ke apotek Circle-K di jalan Malioboro dan dia meneruskan ke jalan P. Mangkubumi. Belum sempat ngobrol banyak juga. Aku tadi justru sibuk dengan pikiranku sendiri. Aku hanya sempat menanyakan dia bekerja di bagian mana. Dia bekerja sebagai spg di counter kosmetik. Pantas saja dia cantik, mengingat spg di counter kosmetik biasanya memang harus yang berpenampilan menarik. Dia pun bertanya dimana aku bekerja. Aku juga jadi karyawan di salah satu pertokoan di jalan Malioboro. Dan sore hari sepulang kerja aku mandi, mengenakan kaos oblong, celana jeans balel dengan sepatu boot, lalu nongkrong di jalan Pajeksan bersama teman-teman punk yang lain, di dekat angkringan, sekalian mengisi perut setelah bekerja.
Tapi tak apalah, besok kan masih bisa bertemu lagi.
Jadilah besoknya ketika kulihat dia pulang dari tempat kerja segera kusapa dan kuhampiri dia.
”Ada apa?”
”Ehm, mau beli obat lagi.” jawabku agak gelagapan, sedikit gugup membalas pandangan matanya.
“Oh…” jawabnya pelan. Padahal kuyakin dia tau kalau aku hanya pura-pura / tidak benar-benar mau membeli obat. Tapi dia diam saja.
Demikian setiap hari bermacam `barang` `kubeli` di sepanjang jalan Malioboro – P. Mangkubumi hanya agar bisa menemani Angelina. Dan aku pun yakin dia tau aku hanya berpura-pura, tapi dia selalu hanya tersenyum dan diam saja.
Sampai suatu hari aku berkata “Angelina, aku tau kalau selama ini sebenarnya kamu tau, bahwa aku hanya berpura-pura membeli ini itu, untuk bisa menemanimu.
Bagaimana kalau sekarang aku benar-benar membeli sesuatu, dan akan kuberikan untukmu.”
Aku berhenti di kedai perhiasan perak, kubelikan Angelina seuntai kalung dengan bandul berupa sayap malaikat, seperti namanya – Angel, yang berarti malaikat.
“Kuberikan ini untukmu.
Biar kupakaikan.”
Baru saja aku akan memakaikan kalung untuk Angelina, dia seperti tersadar.
”Oh maaf aku tidak bisa menerima pemberian darimu, Erick.” katanya dengan gugup sambil menjauhi aku.
”Kenapa?”
”Aku tidak bisa menerima pemberian dari manusia.”
Semakin aneh saja, memang kamu ini siapa? Demikian dalam hati aku berkata, karena tak sangup aku mengatakannya.
Dia semakin menjauh, gugup seolah tau apa yang kupikirkan. Dia kemudian berlari. Kukejar dia. Aku menangkapnya. “Tunggu, Angelina.”
Walau tak sanggup tapi kukumpulkan kekuatan untuk berani membalas tatapannya itu.
Kukumpulkan segenap kekuatan, mencoba sedikit mengalahkan rasa hormat dan segan yang entah kenapa selalu muncul terhadapnya. Akhirnya, dengan sungguh nekatnya kukatakan ”Angelina, aku mencintaimu.”
Seperti melakukan kegilaan saat melakukan ini semua. Jantungku berdegup kencang.
Dia tertegun sejenak.
”Trimakasih, Erick. Tapi aku tidak bisa…”
”Tidak bisa bagaimana?” jawabku gelisah.
”Aku tidak bisa.” diapun kembali berlari, kali ini lebih cepat, berharap agar tidak kukejar.
Tapi kukejar ”Tunggu, Angelina.
Bawa ini.” kuberikan kalung perak yang belum sempat kuberikan tadi, kugenggamkan pada kedua tangannya. Dan diapun kembali berlari tapi kali ini tidak kukejar. Aku hanya diam, menyisakan seribu pertanyaan.
Cantik tapi aneh… pikirku.
Keesokan harinya seperti biasa kutunggu dia pulang dari bekerja. Kutunggu lama tapi dia belum keluar-keluar juga. Kuberanikan diri untuk menyusul ke dalam mall tempatnya bekerja. Kudatangi counter kosmetik tempat dia jaga, namun tak kudapati dia ada disana. Hanya ada temannya.
”Dia tidak masuk kerja, tapi dia menitipkan ini buat kamu.” diberikannya kalung perak pemberianku kemarin.
…
”Emangnya Angelina kenapa mba, ko nggak masuk kerja, dia nggak kenapa-kenapa kan?”
”Wah nggak tau saya, dia tadi nggak mau cerita…”
”Ya udah makasih ya mba.
Oia, kalau boleh tau alamat rumahnya dimana ya? Mungkin, akan saya susul saja dia.”
Kupinjam motor temanku, aku berniat menyusul saja Angelina di rumahnya, khawatir terjadi sesuatu pada Angelina.
Aku belum tau persis dimana rumahnya / aku hanya tau gang masuk ke rumahnya. Selama ini aku menemani Angelina paling jauh hanya sampai depan gang tersebut, dan aku tetap berusaha mencarinya.
Akhirnya kutemukan rumahnya, namun terlihat sepi. Kuketok pintu, tak ada yang membukakan. Lalu aku bertanya pada tetangga sebelahnya, katanya Angelina sudah berangkat.
”Kemana bu?” tanyaku.
”Berangkat kerja sepertinya. Saya lihat tadi pakai seragam seperti biasa.”
“Sudah lama berangkatnya?”
“Lumayan, setengah jam yang lalu kira-kira.”
“O ya sudah.
Makasih ya bu.”
Aku pun segera ke Malioboro lagi, berharap bisa menemui Angelina di tempatnya bekerja seperti biasa. Aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin dan ingin memastikan dia baik-baik saja, khawatir terjadi sesuatu pada Angelina, kenapa dia tadi tidak masuk kerja?
Sampai di Ramai Mall kuparkir motor, segera aku menuju counter tempat dia bekerja. Namun lagi-lagi tak kudapati dia ada di tempat itu.
”Angelina kemana mba?”
”Wah maaf mas, saya nggak tau ternyata Angelina tiba-tiba sore ini berangkat kerja. Udah terlanjur nyari ke rumahnya ya?
Dia tadi pamitnya mau naik ke lantai lima.”
”Dia mau ngapain mba?”
”Nggak tau saya…”
Kususul Angelina ke lantai lima. Sekilas kulihat sepertinya dia sedang menuju ke tangga darurat yang menghubungkan lantai lima (lantai paling atas mall tersebut) dengan atap gedung. Mau apa dia ke atap gedung??
Segera kususul dia.
Baru saja kubuka pintu keluar di ujung tangga yang menuju atap gedung, kulihat sesuatu sangat indah, sesuatu yang tak terbayangkan akan kulihat di kehidupan nyata. Apakah aku sedang bermimpi?
Di atap gedung megah itu aku melihat sesosok perempuan sangat cantik, putih berkilau-kilauan, mengenakan gaun putih, berkilau-kilauan, malaikat.
”Angelina?”
kataku dengan susah payah, mengatasi ketakjuban atas keindahan sesuatu didepanku. Aku masih tak percaya akan apa yang kulihat.
Namun malaikat itu menuju ke pinggir atap gedung, bersiap menjatuhkan diri ke bawah, terbang mungkin?
”Angelina, tunggu.” aku berteriak panik, tak sanggup membiarkan begitu saja kepergian dia yang pernah kukenal.
Kali ini aku bisa melangkahkan kaki keluar pintu, setelah sebelumnya aku seakan tersihir dan hanya bisa diam, sangat takjub atas apa yang terjadi, yang membuat pikiranku seolah dibekukan mendapati kenyataan itu.
Dengan perasaan tak menentu, mendekati, menuju tempat Angelina berdiri.
”Angelina, kamu…?”
Malaikat itu tersenyum, menganggukan kepala.
“Tapi aku mencintaimu.” tanpa sadar kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku sendiri terkejut, malu.
Tanpa kuduga malaikat itu mendekatiku. Hangat, semilir aura kasih dan kehangatan begitu terasa. Aku mengumpulkan segenap kekuatan agar tetap mampu bertahan berdiri di atas kedua kakiku berada begitu dekat dengan mahluk seindah dan sesuci itu.
Malaikat itu memelukku… Kupejamkan mataku.
Kurasakan bahuku sedikit basah. Dia menitikkan air mata. Malaikat itu menangis dipelukku.
”Slamat tinggal Erick.kit basah. Dia menitikkan air mata. Malaikat ituMalaikat itu Jadilah anak yang baik.
Tugasku di dunia sudah selesai, aku harus kembali.”
Lalu dia menuju ke pinggir atap gedung, menjatuhkan diri ke bawah, terbang dan menghilang. Menyisakan percikan-percikan cahaya putih keperakan, terlihat jelas sekali di malam itu.
Aku masih belum sepenuhnya sadar atas apa yang baru saja kualami.
Dalam benakku terlintas… Angelina, pantas saja kamu begitu baik.
—————————————————–
Walau hanya sebentar, mengenalmu telah mengubah banyak hal dihidupku. Kamu menjadikan hidupku lebih berwarna dan tidak fals,
kamu tak pernah berhenti mengajarkan kasih dan kebaikan di setiap kesempatan aku bersamamu.
—————————————————–
Kamu malaikat..



sungguh tragis
yang sabar ya rick….
mungkin dia memang tidak diciptakan untukmu…
hayo bangkit wan kau orang hebat punya potensi hebat, punya teman2 yang selalu mendukung jalanmu !!!!
viva la erick !!
lah….siyalan!!!!
salah ketik saia semaalam,maklum dah ngantuk banget.
yg bener gini :
hayo bangkit rick kau orang hebat punya potensi hebat, punya teman2 yang selalu mendukung jalanmu !!!!
viva la erick !!
hehehehehehe
@ironepunxs

tragis….
iya, saia juga ngantuk tadi malam di warnet
makasih ya mas ironepunxs…..
viva la erick !!
seperti biasa! Panjang banget ceritanya! Tak kopas dulu entar tak baca pas offline!
yeah…….
saia tidak menyangka tulisan mba dyah bakal sebagus ini….
kok jadi kebawa ya…..
wahh ceritanya bgs banget
mba pengarang novel ya?? ceritanya bagus. cb dibuat novel ya pst keren
* promosi mode on *
mba dyah
maen2 ke situs band saia, NINGRAT !
http://www.myspace.com/punkningrat
kritikannya di tunggu
Dyah kakehan nonton sinetrone indosiar ?? wkakaka.a…
*maap gojek..*
keep writing !! Sukses buat Dyah..
sek bentar mo ke kampuz ngerjain tugas dulu
wKaKaka..
saia udah liat myspace band mas erick tadi url-nya liat di blognya mas ironepunx, ciehh,, lagunya bagus oi … slalu ada ku disini menemanimu
menemani dalam kesedihan, kesedihan hatimu
ada aku yang menjagamu
yang menjagamu (3x)
*ikutan nyanyi
sambil headbangwkakaka..keren..
sukses brotha
kritikannya menyusul, mo kkampuz dulu… hehehehe..
@all
bentar ya….. hehhehehe… ^^
@ciput mardianto
yoi bro! thanks
maaph kepanjangan ^^
@erickningrat
wah mas erick nyindir ne
@info resep
thanks n salam kenal
@casual cutie
bukan.. ^^ saia ga bisa ngarang novel mba
salam kenal…..
@erickningrat lagi / promosi ^^
hehehe
hehehe, mau kwrictwik apa yah *bingung* fotonya ajah, kan membelakangi penonton
tapi keren ko, ok`s bangetz
@sayurs
hehehe.. sinetron menye2
thanks om…
Wah ceritanya bagus sekali.. tapi AADE nih??? (Ada Apa Dengan Erick?) hehehhee…
Viva La Erick jua lah..
kalo aku jadi erick kucolong sayap malaikatnya waktu angelia mandi dan kuumpetin di lumbung padi biar dia ngak bisa terbang
waduh ketinggalan cerita nih
ijin ngeprint..
enaknya di baca sambil nyante
@rusakparah
hehehe, cerita yg panjang dan aneh ^^
Ada Apa Dengan Erick?
@regsa
@Panda
@septarius
silakan… ^^
sambil dengerin goo goo dolls – iris *soundtracknya ceritanya.. wkaka..
And I don’t want the world to see me
Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am
wuih mantep
lagunya maksudnya
gak-gak, tulisannya sip mantep kok,
gak ada sambunganya lagi nih?
keep in smile
alow salam kenal
wah akhirnya bisa menjejakkan kaki di sini
sekedar mampir nih untuk meninggalkan jejak
smoga bisa lebih sering bertamu ke blog yang keren ini
kalau jalan-jalan jangan lupa mampir ke rumah saya
saya tunggu lho di:
http://ayawjeweltz.wordpress.com/
cauww
@septarius
lagunya mantabs, walau agak ga nyambung kayaknya ya *ngasal pilih lagu*
@ayawjeweltz
salam kenal
thanks udah mampir ya….
tapi jarang diapdet ko mba; masak sih keren… ^^
Loh?? kirain udah masuk seri ke 3… belum ya? hehehehe.. tapi tetep yang jadi pertanyaan…
ada apa dengan erick?? hehehhe
@rusakparah
wah sensitip nih postingnya, menimbulkan pertanyaan2 nih…
ada apa dengan erick?
*manggilin mas erick* oi oi……!!!
saia kan gak tau
Hehehe… kenal dengan Erick punkninggrat ya????
@rusakparah
hehehehe..
saia hanyalah blogger jahanam yg sok-sokan / kePeDean bikinkan cerita request ybs. saia tidak kenal Erick punkningrat, hanya sedikit kenal di dunia maya
yg sialan ini. saia hanya menjalanken perintah, mao dibikin ending seperti ini silakan, mao ending yg lain juga silaken. this` just a story guys *blajar bhs inggris* puwas ?!weitz… panjang banget postingnya
Jd tringat flmny nicolas cage ‘city of angel’
@ario saja
iya nih ^^
@bootingskodos
saia memang nyontek ‘city of angel’ om…
bole usul? cerpennya di kirim ke redaksi koran seperti KR, SM Atau Kompas. pasti layak tayang deh…..
——————————————————————————————–
mudah2an diterima ^^
@gus
iya ya, knapa gak dikirim ke koran aja ya??
Ceritanya bagus bangetzzzz…..mbk
selamat taun baru..