Ini cerpen requestnya mas Erick (…/wah-ada-award/#comments), tapi ya agak ngawur n tidak sesuai `pesanan` / bikin menurut cangkir versi saia
*Sok-sokan bikin cerpen buat mas Erick, padahal gak bisa.
Maaph kalau hasilnya mengecewakan dan tidak berkenan
Rahasia Bintang
Malam menjelang, aku masih duduk di trotoar itu menyaksikan teman-teman yang lagi asyik bercengkerama. Entah apa yang mereka bicarakan, tak mengusik lamunanku akan hakekat kebenaran yang akhir-akhir ini sering aku pikirkan. Aku merasa seperti berada pada satu titik dimana aku tak mau terjebak dalam pemikiran, sebuah mindset idealisme-idealisme yang kadang malah membuat kita merasa terpenjara (topeng hati demi sebuah idealisme?). Kuhisap dalam-dalam rokokku, meneruskan lamunanku.
Aku seolah terusik oleh kenyataan bahwa ternyata hal yang utama kuyakini saat ini ternyata kebenaran dari Sang Kebenaran itu sendiri, yang jauh lebih sempurna dibandingkan mindset-mindset yang diciptakan manusia.
Yang mengajarkan kebaikan.. Dan kita masing-masing tentunya telah tau ajaran-ajaranNya itu.
Kubuang rokokku yang tinggal seperempat batang. Aku beranjak dari tempat itu, dari trotoar pinggiran toko itu, tempat yang kadang menjadi tempatku menghabiskan malam bersama teman-teman street punk, melakukan hal yang tak terpikir akan kulakukan sampai sejauh itu. Yah, tempat itu pernah menjadi tumpahan muntahku saat menenggak beberapa ratus mililiter minuman keras.
Malam masih panjang, kubuang rokokku dan segala hal yang menghalangi kebebasan pikiranku. Aku ingin menjadi manusia baru, yang tak mau lagi tergantung pada pikiran-pikiran yang dapat menghalangi pencarian akan hakekat kebenaran.
Sudah lama aku anti rasis; dan kini aku semakin mencintai perbedaan sebagai sesuatu yang memperkaya, mewarnai kehidupan.
Belajar untuk menyikapi bahwa kebenaran itu ada tanpa kita perlu mencaci maki atau menghakimi mana benar dan mana yang salah.
Kubuang rokokku. Untuk terakhir kalinya mungkin, kulihat lagi sepintas teman-teman yang lagi asyik bercengkerama, sebab mungkin aku akan jarang, sangat jarang, bahkan mungkin tak akan pernah, untuk beberapa waktu kedepan ini, mengunjungi tempat ini bersama mereka.
Aku pulang ingin melihat keluarga yang mencintaiku, meluangkan waktu bersama mereka dan aku ingin menunjukkan bahwa aku mencintai mereka.
Mulai saat ini akan kutunjukkan bahwa aku bukan lagi Erick yang dulu, yang kadang suka menenggak minuman keras. Aku sudah berubah Pak, Bu, adik-adik yang kucinta.
Terimalah aku dalam pelukan kalian, yang aku pun tau, selalu memelukku dalam keadaan bagaimanapun.
Aku masuk, beristirahat sejenak di kamarku. Sambil beristirahat kubuka kembali tumpukan-tumpukan lagu yang belum selesai kukerjakan. Lalu kuraih gitar, kunyanyikan kembali lagu-lagu yang dulu pernah kuciptakan. Kali ini dengan pikiran yang lebih jernih dan hati lebih tenang. Kukoreksi beberapa bagian yang ternyata agak aneh dan kurang `berperasaan`. Demikian malam itu kukerjakan kembali lagu-lagu yang pernah kuciptakan maupun yang belum selesai kukarang.
Kuakhiri malam itu dengan tubuh letih namun jiwa dan semangat yang baru. Dalam tidurku aku seolah melihat cahaya terang seperti bintang yang semakin lama semakin dekat seiring kuatnya kesadaran untuk memulai kehidupan yang lebih baik, semakin mengurangi kadar alkohol dalam tubuh, tentunya.
.
Help me God; wish i could start a better life…
You`re secret of the star!
***
*Beneran hasilnya gak sesuai `request` kan
(kaburrr aja ah… dilempar rokok yang masih nyala sama mas Erick)



PERTAMAX
KEDUAX
wah terlalu bagus n istimewa cerita ini mba…
saia hanya sebagai penulis ( blogger jahanam ) yang mencintai PUNK dengan atribut DIY nya…
kayaknya lebih cocok untuk si ironepunx makna cerita diatas tentang lama hidup di jalanan mungkin si irone lebih lama ngalaminya… ( pengalaman hidupnya ) beliau lebih dalam tentang hubungannya ma anak2 street punk..
but ceritanya keren mba
( sambungannya )
tambahanin kisah klasik tentang percintaan
dengan seorang wanita yang sangant di sayanginya akhirnya wanita itu tidak menjadi miliknya but, dia tetap bangga atas apa yang telah di berikan oleh wanita itu pada dirinya, mengubah hidupnya lebih berwarna dan tidak fals, yeah kira2 cocok ga ya
@ironepunx
apa ya mas ironepunx ko ketawa2
@erickningrat
hikz, iya nih, maaphkan atas kengawuran saia
sipp, sambungannya ditunggu yah…..
hukakakakaka…..

siyalan lu rick…curhatan saia dibawa lari kesini
tapi beeneran keren nech cerpen ERICK banget dah
mari bersulang teh hangat..
Lalu layar panggungpun tertutup dengan backsound evi tamala dengal lagu selamat malam…
@ironepunxs
cerpennya skarang dah saia revisi (tinta merah)
skali lagi maaf buat mas erick n mas ironepunx, saia udah ngawur n berlebihan bikin nih cerita
coz mas erick kan dah lama juga ngurangin nyekek (minum) nya
oia @erickningrat
mohon maaph juga atas penggunaan term street punk-nya ; walau saia tidak bermaksud membuat citra tokoh utama sebagai street punk, tapi mungkin tetap akan menimbulkan salah persepsi ya,
lagian klo di tempat saia
waktu/jaman saia suka ikut2an nongkrong se
hidup di jalanan / hubungan dg anak2 street punk agak banyak dijalani mahaciiwa (ugm, ISI, etc) saia kira hidup di jalanan / hubungan dg anak2 street punk itu `cool` hehehe..lagian, street punk, why not? saia pikir tidak ada yg salah dg anak2 street punk, asal kembali ke konsep `kebenaran` itu tadi
@regsa
hehhehehe…
saya jadi curiga neh…jangan2…ups (hampir keceplosan…*ngabur mode on)
@gus
hehehe..
curiga apa hayo??
So.. sweet
, until make me cry
. Coz.. I’m a devil
.
@bootingskoblog
yeah.. yeah..
*berdoa* Ya Tuhan lindungilah selalu Erick teman saya dan jauhkanlah dia dari setan-setan yang bisa merusak kehidupannya. Amin.
Hahaha…
Btw thanks info efek hujan saljunya
wah kerennnn…so sweeeeetttttt..
ehm… rokok itu gak baek buat tubuh manusia loh… begitupun alkohol.. jadi mending hilangin itu yach.. he..he.. gimana kalo kita makan pizza ajah? hayoo.. gimana?
ehm..ehm… moga jadi bintang ajah ya… bintang yang bisa memberi senyum sama saudaranya.. bokap-nyokap.. adek2… wokke…pisss.. he..he..